Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Jepang Pilih India untuk Program Pertukaran Penduduk‼️Kenapa Bukan Indonesia? 🇯🇵➡️🇮🇳 ❌🇮🇩❓

Belakangan ini, jagat maya Indonesia sempat riuh dengan kabar kerja sama Jepang dan India dalam program pertukaran penduduk berskala besar. Rencananya, dalam lima tahun ke depan, kedua negara ingin memfasilitasi pertukaran hingga 500.000 orang.
Yang menarik perhatian banyak netizen Indonesia adalah: Kenapa India yang dipilih, bukan negara lain seperti Indonesia?

Sebelum kita larut dalam pertanyaan yang kurang tepat sasaran ini, mari kita lihat faktanya. Ini adalah kerja sama bilateral antara Tokyo dan New Delhi. Fokusnya jelas: memenuhi kebutuhan spesifik Jepang yang sedang menghadapi krisis tenaga kerja, terutama di sektor teknologi dan industri berkeahlian tinggi.

Lalu, mengapa India menjadi prioritas?

Alasannya sederhana dan logis secara demografi dan ekonomi:

1. Skala dan Keahlian: India memiliki populasi lebih dari 1,4 miliar orang. Dari jumlah itu, mereka memiliki cadangan besar tenaga kerja terampil, khususnya di bidang teknologi informasi dan pemrograman. Jepang yang haus akan talenta digital jelas melihat ini sebagai peluang emas. Rencananya, dari program ini, 50.000 pekerja India berkeahlian tinggi akan bekerja di Jepang.
2. Track Record yang Diakui: Kehebatan SDM India di korporasi global sudah tak diragukan. Bahkan di Indonesia sendiri, banyak perusahaan digital ternama dipimpin oleh talenta India. Sebut saja Indosat (Vikram Sinha), Head of Ericsson Indonesia (Krishna Patil), dan XL Smart (Rajif STI). Jadi, wajar jika Jepang pun percaya pada kualitas mereka.
3. Ekonomi yang Sedang Melesat: India adalah kekuatan ekonomi yang tengah tumbuh pesat. Pertukaran ini bukan hanya soal tenaga kerja, tetapi juga memperkuat hubungan di tingkat pemerintahan, akademisi, dan tentu saja, memberi doping bagi ekonomi Jepang.

Lantas, bagaimana dengan reaksi "cemburu" sebagian netizen Indonesia?

Di sini kita perlu instrospeksi. Kritik yang muncul seringkali disertai stereotip negatif terhadap orang India. Padahal, menilai suatu bangsa hanya dari konten negatif di medsos sama tidak adilnya dengan orang asing yang menilai Indonesia hanya dari tingkah "jamet" di TikTok. Tentu kita tidak mau digeneralisasi seperti itu, bukan?

Faktanya, program ini bukan tentang "siapa yang lebih baik", melainkan tentang "kecocokan kebutuhan dan pasokan". India saat ini memiliki supply yang sangat sesuai dengan demand Jepang.

Pelajaran yang Bisa Kita Ambil

Alih-alih berandai-andai atau mencibir, momen ini harusnya jadi bahan refleksi. Daripada bertanya "kenapa bukan kita?", lebih produktif jika kita bertanya "bagaimana agar ke depannya kita bisa menjadi pilihan?"

Kuncinya adalah dengan terus meningkatkan kualitas SDM kita, khususnya di bidang-bidang strategis dan berteknologi tinggi, sembari membuka diri untuk belajar dari kesuksesan negara lain. Mengakui kelebihan pihak lain bukanlah bentuk kekalahan, melainkan langkah pertama untuk menjadi lebih kompetitif di dunia global.

Jadi, sudah paham, kan? Ini bukan soal favoritisme, tapi soal strategi dan kesiapan. Daripada panas sendiri melihat kemajuan negara lain, lebih baik kita fokus memacu diri sendiri.

Posting Komentar untuk "Jepang Pilih India untuk Program Pertukaran Penduduk‼️Kenapa Bukan Indonesia? 🇯🇵➡️🇮🇳 ❌🇮🇩❓"